Cinta tujuh hari

18:58 0 Comments A+ a-

Putri itulah nama yang diberikan oleh orangtuanya saat dilahirkan di bumi ini berbeda dengan remaja lainnya yang asik bermain bersama teman-temannya, si putri harus menikmati hari-harinya didalam rumah sakit karena sejak 3 tahun yang lalu ia divonis dokter menderita kangker hati kini ia makin menderita setelah sang dokter memprediksi bahwa umurnya tinggal 7 hari lagi dan dihari ke-7 tersebut bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke- 17 .
Terlahir sebagai anak tunggal dari rahim seorang ibu bernama susi dan bapaknya sigit ia selalu mendapat kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya sebelum sakit seperti sekarang ini putri dikenal sebagai sosok wanita periang dan mudah bergaul dengan siapa saja selain itu dengan paras cantiknya kulit putih, mata sipit, bibir tipis serta rambut yang lurus panjang membuat ia memiliki banyak teman namun itu semua sebelum ia terkena penyakit kanker hati tersebut kini ia harus merelakan rambut indahnya tersebut rontok direngut oleh penyakinya tersebut.
Di hari ke7, sebelum ia meningal sesuai vonis dokter ia menghabiskan waktu dirumah sakit kasih cinta dengan tangisan air mata di atas ranjangnya ditemani sang ibu yang selalu setia disampingnya, ter lontar sebuah pertanyaan dari putri untuk ibunya"bu jika hidup ibu tinggal tujuh hari, hal apa saja yang ingin ibu lakukan"
Dengan cukup lama berfikir kemudian ibu menjawab dengan perlahan" hem.....ibu akan menghabiskan ke7 hari tersebut bersama orang-orang yang ibu sayangi" tumpah air mata ibu susi setelah menjawab pertanyaan itu kemudian ia menyuruh putri untuk tidur karena malam sudah larut.
Pagi dimana umurnya sisa 6 hari putri terbangun sendiri dan melihat didalam ruang rawatnya tidak ada siapa-siapa karena merasa bosan dia pun melepas infus yang tertanam dalam tanganya dan memutuskan untuk keluar disaat berjalan dikoridor rumah sakit ia tidak sengaja melihat pria tampan didalam sedang duduk dihalaman rumah sakit kemudian ia selalu mengikuti kemanapun pria itu bergerak hingga ia tersadar bahwa yang ia lakukan tersebut salah dengan tergesah dia kembali keruanganya sebelum ibunya mencarinya, hari itu pun ia habiskan diatas ranjang sembari melamunkan pria tampan yang ia lihat.
Tak terasa waktu pun cepat berlalu kini di sisa 5 hari ia merasa penasaran terhadap pria itu dengan berharap kecil kemungkinan si putri akan bertemu mencoba keberuntunhan lantas ia menuju lobi agar bertemu dengannya selagi ibu tidak menjaga pas saja baru keluar ruangan tepat didepan pintu tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang,  "aduh..."kata putri terjatuh duduk dilantai
" maaf mbak saya tak sengaja" ucap seseorang yang menabraknya, kemudian tatapan putri menoleh kepria itu dan tak disangka itu pria tampan yang kemaren ia lihat di lobi, wajah putri pun memerah dan terpaku sambil menjawab "ya tidak apa mas"dan kemudian ia berdiri dengan dibantu pria itu, tapi mata mereka terus saling bertatapan, terlihat di mata pria itu bahwa ia seakan pernah mengenal si putri, beberapa selanang waktu kemudian pria itu berkata"putri"
"Maaf emangnya mas kenal saya" jawab putri
"Masa aku tak mengenalimu dulu kan aku teman saat kamu kecil" kata pria tampan itu
Lantas si putri ingat terhadap seseorang"oh kamu dewa, sekarang kamu sangat berbeda dari dulu yang aku kenal"
Ternyata pria tampan itu teman putri semasa kecil yang bernama dewa yang penampilannya sangat berubah, waktu kecil badanya gemuk dan penampilanya sangat culun kini ia sudah bertanformasi menjadi cowok dewasa yang tampan.
Pertemuan itu membuat hubungan mereka semakin erat lagi.
Kehidupan putri semakin berwana walau penyakit kanker tersebut semakin mengerogoti tubuhnya, keesokanya ia kembali bertemu dengan dewa di taman yang berada di rumah sakit "mot kamu kok sering kesini emangnya kamu sakit apa?" tanya putri kepada dewa dengan nama pangilan waktu kecil yang sering disebut cimot, dewapun menjawab " aku tak sakit sama sekali, aku disini cuma mengantar kakakku yang nertugas sebagai dokter disini" dewapun berbalik bertanya kepada putri" sedangkan kamu sakit apa kok pakai baju pasien?"
Siputri mencoba menjelaskan "aku sakit kanker dan hidupku tingal beberapa hari lagi" mendengar hal itu membiat dewa sangat terkejut sembari memotivasi putri agar tegar menghadapi cobaan Tuhan ini, kemudian dewa mengatarkan putri keruangan dimana ia dirawat.
Hari hari putri pun cepat berlalu